Minggu, 09 Oktober 2016

LISAN DAN MENYURAT


"Lisan menolongi dalam mengungkapkan isi hati" begitulah yang kurang lebihnya disebutkan oleh Imam Ghazali dalam Kitabnya. Lisan diketahui secara umum adalah dengan berkata-kata. Termasuk lisan adalah menyurat atau menulis. Jadi apa tujuan menulis? Tujuan menulis adalah menulis yang bermanfaat untuk diri, keluarga, tetangga, kelurahan, kecamatan, kota, provinsi, Indonesia, Agama, perusahaan, pendidikan, ilmu pengetahuan, soft skiil, hard skiil, dan bagi umat manusia serta alam.

Hukum/peraturan menulis seperti hukum/peraturan lisan, ghibah, dusta, aduasa/adudomba, anjur antar, fitnah perlu dihindari dalam menulis. Maka menulis yang baik adalah menuliskan kebaikan, jujur, mempersatukan dan menulis yang bermanfaat.

Bulan juni mulai bekerja di BUMN Perum BULOG Divisi Regional (Divre) Kalsel Banjarmasin, bulan Juli akhir diklat di Jakarta, dapat SK Capeg dan penempatan, bulan Agustus mulai bekerja di Divre Kaltim di Balikpapan, Bulan September Bekerja di Subdivre Samarinda. Empat bulan berlalu telah berada di 4 (empat) tempat yang berbeda (Alhamdulillah). Melihat ahli (penduduk) daerah dan suasana daerahnya yang berbeda-beda.

Saya rasa perlu menuliskan kegiatan, dan aktivitas positif yang telah dilakukan setiap hari, tiap 2 hari, tiap minggu, atau tiap bulan dan dievaluasi di akhir tahun. Tujuannya agar bisa direview dan dievaluasi kegiatan yang telah dilakukan

Dari beberapa tempat ini dan ahli negeri (penduduk daerah tersebut) ada pengalaman berharga yang didapatkan. Seandainya disuruh memilih tinggal bersama pejabat atau orang yang dekat dengan Tuhan, mungkin tinggal dengan pejabat ada kemungkinan jabatan kita naik. Tinggal dengan orang yang dekat dengan Tuhan, maka kekuatan iman kita akan meningkat dan kita semakin dekat dengan Tuhan.

Hari jumat kemaren tanggal 7 Oktober kami 9 (sembilan) orang dari Samarinda melakukan perjalanan ke Balikpapan tujuannya untuk pertandingan persahabatan olahraga futsal. Satu Mobil dan dua sepeda motor menjadi alat transportasi kami. Ada Mas Radhi, Mas Yudi grogot, Mas Muhzidin, Mas Yudi, Saya, Mas Ricki, Mas Johan, Mas Anto dan Wahyu. Berangkat jam 16.00 lebih, singgah diwarung panjang sebelum bukit suharto. Di balikpapan langsung menuju di Rumah Dinas Klandasan. Ddi rumah dinas kami disambut oleh Mas Qosi, Mas Panji calon pengantin baru, Mas Alan, Sapri, dll.   Istiraht sebentar. Shalat. Menuju lapangan futsal di Kartini. Ada banyak yang hadir, Pak Fahri, Pak Pur, Pak Yayan, Mas Oka, Mbak Ika, Misuanya Mbak Ika, Jhon, Capeg dari solo, Santika, Julian, anaknya, Pak Kudar, Mas Novi, dll maklum ingatan terbatas.

Balas membalas gol hampir terus terjadi diantara tim Samarinda dan Balikpapan. Dianggap pertandingan imbang. Selesai pertandingan dijamu makan oleh tuan rumah. Hari hujan. Besoknya hampir setengah hari hujan turun. Rencana mau kepantai atau ke bukit Bangkirai tidak terlaksana. Kami singgah di Kilo 28 ditempat wisata outbond dan pemancingan. Ada beberapa binatqang tempat wisata ini, landak, burung enggang, ular sawa, burung elang, burung merpati, nuri, reptile, kuda, ayam ketawe, kalkun, bangau dll. Ada terapi ikan, sewa perahu, flying fox dll.

Sabtu sore sampai di Kantor Subdivre Samarinda. Masih adasehari waktu istirahat di hari minggu.

Jumat 9 oktober 2016 juga dapat kiriman paket. Alhamdulillah. Memang apa saja yang datang dari orang yang disayang itu selalu indah dan membuat hati merasa senang. tulisannya itu begitu indah, terbayang bahwa dari tangannya sendiri yang menulisnya, dia memegang pena, duduk dan menulisnya, sambil dia tersenyum senyum ketika menulisnya. Mungkin seribu kali pun dibaca tulisannya akan terus indah untuk melihatnya. Apalagi dikirimkan memang kusus untuk saya. Tentu suratanya akan dijaga, karena dari situ terasa dekat dia disisi. Membaca suratnya aja indah apalagi bagaimana kalo bertemu dengan orangnya. Ketika masih di sana kerap kali ketika kita bertemu hujan turun. Dan saat sekarang kutulis ini hujan pun turun di sini di kota tepian Samarinda. Hujan disitu kita bertemu.

Adam Malik Karang Asamm Ulu Samarinda
9 Muharrom 1438 H
01.08 WITA



Endar Prayudi

Sabtu, 06 Agustus 2016

Tiba di Kota Balikpapan Kalimantan Timur

Berangkat dari Bandara Syamsudinnor pukul 06.15 dan sampai di Bandara pukul 07.10. Menggunakan Pesawat wings air dengan dua baling-baling. Pesawat kecil pertama yang aku naiki. Ketika antri mau cek in, antriannya panjang, sehingga dekat jam 6 baru cek in. Lari-lari menuju ke pesawat dengan isra hidayani, teman merantau ke Kaltim. 

Sampai di Bandara Sepinggan Balikpapan, ternyata bandaranya besar. aku dan Isra menunggu sampai jam 8, kemudian dijemput oleh Bapak Pur dari Perum BULOG Divre Kaltim. Kami langsung diajak ke Kantor Divre Kaltim di Jl. Jendral Sudirman. Sampai di kantor langsung menuju bagian SDM menemui Mbak Nissa. Memperkenalkan diri dan menyerahkan berkas, diantaranya foto kopi KTP, kartu keluarga, akte kelahiran, SK, dan No. Rek. Ketika datang di ruangan SDM ada Pak Purwito, Mbak Nissa, Mas Triass, Iin dan Su. 

Kasi SDM memberikan pesan dari Kadivre Kaltim untuk berkeliling berkenalan kepada seluruh pegawai, karyawan dan cleaning service, serta satpam yang ada di lingkungan divre Kaltim. Mulai dari Kesekretariatan, komersial, Pengadaan, OPP, Keuangan, Cleanign service, satpam, JPL, Koperasi, dan IT. Kadivre bercerita pernah satu instansi dengan Kadivre Kalsel Pak Alwi. Bercerita tentang petugas kaur di Kelurahan yang salah menduga karena nama yang mirip dan setelah tau langsung lari kabur. Salam dari Kabid komersial divre Kalsel kami samapaikan kepada Kabid Minku Divre kaltim. Ketemu juga Cakar mbak Santika, seangkatan dengan Mbak Intan. Jika dibandingkan dengan mbak santika mungkin kami lebih beruntung karena lebih dekat dari rumah, lewat darat jika ingin pulang masih bisa. Memang menurut aku hanya orang yang sama-sama merantau saja yang bisa merasakan bagaimana rasanya jauh dari rumah, datang tidak membawa apa-apa kecuali pakaian, ada rasa rindu yang mulai menyisipi mengisi di sisi tepi hati.

Sorenya aku diantar pak Pur ke Mess dan disediakan 1 kamar di kamar no 1 untuk tinggal. Malam harinya diajak pak Pur ke bandara untuk menjemput cakar dari kalteng namanya Olop. Olop juga tinggal di mess di kamar no 6.

Kami cakar yang baru menunggu seluruh cakar lengkap untuk mendapat pengarahan khusus dari kadivre Kaltim. Keesokkan harinya, hari jumat kami berangkat ke kantor naik angkot no 2. turun di terminal. ongklosnya 5000. dari terminal jalan kaki ke kantor. Sampai di kantor senam pagi, siangnya jumatan di masjid belakang kantor. Ba'da jumat kami dengan mbak nisa menghadap Kabid minku. Kami mendapat pengarahan dan 3 pesan yaitu : syukur, niat baik dan hilangkan keakuan sarjanamu. Ketika bekerja anggap semua sama.  Sore hari, pulang kerja, aku dan Olop jalan kaki ke mess. ternyata dekat jaraknya dari kantor ke mess. sebelum sampai mess kami langsung singgah makan di warung Padang. Pulang sampai di mess, mandi, shalat, baca Quran, berbaring dan tertidur. Kecapean mungkin. 

Hari Sabtu aku dan Olop jalan kaki ke warung makan dekat jembatan, dekat sungai.  Selesai makan jalan kaki menuju BSB Balikpapan Super Blok salah satu mall yang ada di Balikpapan. Ketika menyeberangi jembatan kami melihat ada dua biawak sedang berjemur di pinggir sungai. Sekarang melihat biawak, mungkin nanti kami akan melihat buaya yang berjemur.

Cakar S1 ada 5 orang, D3 3 orang dan SMK 4 orang. Mungkin disetiap kantor yang S1 kami akan disebar 1 orang di setiap kantor. Bagi aku yang memang sudah merantauh jauh ke kaltim jauh dari rumah. Kemana saja ditempatkan mungkin tidak akan masalah. Karena sama-sama jauh juga dari rumah. Dimana saja ditempatkan harapannya ditempatkan di tempat itu bisa menjadi ilmu yang bermanfaat.

Di Balikpapan bahasa sehari-hari yang aku temui di kota ini adalah bahasa Indonesia. Di bandara, di kantor, di angkot, dan di warung menggunakan bahasa Indonesia. Makanan menurut aku cukup mahal disini, nasi campur 18.000. Dari yang aku lihat di Balikpapan kotanya bersih, posisinya di pinggir laut.

Malam minggu
di Mess Perum BULOG Balikpapan
pukul 21.50 WITA

Diantara hebatnya buku, diantara perlunya membaca buku, tentu lebih perlu dan lebih hebat Al Qur'an yang kau baca. Al Qur'an adalah petunjuk.  

Rabu, 03 Agustus 2016

MERANTAULAH..

Merantau ke Kalimantan Timur tepatnya ke Balikpapan sebentar lagi akan aku jalani. Surat Keputusan (SK) menyebutkan bahwa aku ditugaskan atau ditempatkan di Divre Perum BULOG Kalimantan Timur. Malam ini tadi baru saja selesai packing menyiapkan barang, perlengkapan dan pakaian yang akan dibawa untuk keperluan di sana. Satu koper ukuran besar, satu ransel, satu tas leptop dan satu kotak kardus bekas sound sistem menjadi wadah untuk membawa perlengkapan.  Ibu dan ayah dengan setia dan kasih sayang membantu menyiapkan perlengkapan, mencucikan, menyetrikakan, melipatkan, memperkuat koper samapai menatanya di dalam koper. 

Tepat jam 6.15 WITA pagi pesawat akan berangkat terbang dari bandara Syamsudinnor Banjarmasin ke Bandara Sepinggan Balikpapan. Dua orang berangkat ke Kaltim, Aku dan Isra Handayani. Berdua kami pamit siang tadi kepada karyawan Perum BULOG di Divre Kalsel. Nasihat dan pesan telah diberikan kepada kami. Agar kami tetap bersyukur, bersyukur biarpun kemanapun kami ditempatkan. Wees bersyukur saja biar di Kaltim ditempatkan kata Pak Slamaet. Kalo saya ya ini (sambil menunjuk "sesuatu"). Wes to, kalo lagi senggang ga ada kerjaan ngaji saja, biar mau dibilang orang sombong, riya, biarkan saja. Ini yang lebih berharga memberikan nasehat bagi kami, agar taqwa. 

Sayang, kami tidak bisa berjumpa dan berpamitan kepada semua karyawan di Divre Kalsel karena direktur OPP datang dari jakarta, Pak Kadivre dan Kabid minku ada acara rapat di Korem dan menemui direktur OPP sehingga kami tidak bisa berjumpa dengan beliau. Padahal kami ingin sekali mendapat nasihat dari beliau, nasihat bagaimana kami bersikap, berprilaku dan bekerja di Kaltim. Kami hanya bisa berpamitan kepada beliau melalui perantara karyawan yang ada agar bisa menyampaikan bahwa kami izin berpamitan mau berangkat ke Divre Kaltim.

Ada rasa sedih, rasa kehilangan ketika harus berpisah dengan teman seangkatan Divre Kalsel, Syahri, Zufri, Rubi, Icha, Ilva, Rizki, Arief, zakir, hatta, riyan, udin, Ketika saat dulu kami bersama bercanda, membungkus bawang, nimbang gula, rebaging beras, membersihkan beras, Operasi Pasar bersama, Buka puasa bersama, istirahat siang di masjid bersama. Kalian adalah bagian dari perjalanan dan kisah cerita perjalanan hidup.  Ada mas Robi Akhyat dengan khasnya Umaaa aiiii.. Ada Arif dengan Khaaa... Ada zakir kembar, ada Ilva padang, Ada udin independen, ada Arief Kotabaru, ada Rubi Kuala Kurun, Ada Rian Intel, banyak pokoknya yang lainnya yang belum akau sebutkan.

Malam tadi ada yang datang kerumah menyapa sebentar. Di BBM tak bersua mungkin di lain jalan kita berjumpa. 

Kelurahan Cempaka, Banjarbaru
00.01 WITA
Merantaulah, Dia selalu tau hal terbaik yang diberikan untuk makhluknya




Selasa, 02 Agustus 2016

DIKLAT BUMN PERUM BULOG 2016 DI BATALYON KOMANDO 467 PASKHAS TNI AU HALIM PERDANA KUSUMA

"Jika lidahmu kelu untuk berbicara, tangan dan pena mau membantumu untuk menuangkan maksud isi hatimu"...

Tanpa disangka dan tiada dikira dapat masuk dan diterima sebagai salah satu bagian dari Perum BULOG. Mungkin itu berkat doa ibu dan ayah yang setiap hari mendoakan untuk anaknya agar diberi pekerjaan yang sesuai. Doa ibu, doa ibu, doa ibu dan doa ayah. Ibu dan ayah mengatakan bahwa mereka sangat bahagia dan bersyukur sekali aku bisa masuk dan diterima di Perum BULOG. Sangat membahagiakan dan senang rasanya melihat mereka bahagia. Malam ini tadi aku baru saja tiba di Banjarbaru Bandara Syamsudin noor pulang dari Orientasi Diklat di Jakarta.

Aku dan teman-teman mengikuti orientasi Diklat Capeg Perum BULOG Batch I  Tahun 2016 mulai 23 Juli - 1 Agustus 2016 yang dilaksanakan di Bataliyon Komando 467 Paskhas TNI AU Halim Perdanakusuma di Jakarta. Diklat terbagi menjadi beberapa urutan kegiatan, yaitu registrasi di Pusdiklat Perum BULOG pada hari sabtu, pembukaan  diklat, Penyerahan Siswa diklat dari Perum BULOG kepada Batalyon Komando 467 Paskhas TNI AU Halim Perdanakusuma, berangkat ke  Batalyon Komando 467 Paskhas TNI AU Halim Perdanakusuma, Pelaksanaan latsarmil selama 4 hari oleh Paskhas, pembelajaran materi Perum BULOG selama 4 hari, siswa diantar kembali ke Pusdiklat BULOG sekaligus penyerahan, terakhir pembagian SK penempatan dan penutupan. 

Tujuh orang Divisi Regional (Divre) Perum BULOG yang mengikuti Diklat, yaitu ENDAR PRAYUDI, SYAHRI RAMADHAN, MUHAMMAD RUBIANSYAH, ZUFRI AL PIANUR, KHAIRUNNISA, ISRA HANDAYANI DAN ILVA ROZI MUHARNI. Mereka teman seperjuangan, sahabat seangkatan dan gundul bersamaan. nduul... nduuul.. nduul..

Kami punya tujuan lain ke Jakarta yaitu ingin sampai di Monas dan Masjid Istiqlal. Dan ternyata yang kesampaian hanya Monas. Sesaat sesudah sampai di Paskhas 467 kami mendapat "seragam perang" baju hijau lengkap dengan sepatu, topi, dan tempat air. tidur di barak 70, ranjangnya tingkat dua. Bangun jam 4, senam, shalat subuh, mandi, makan, dan materi. Duduk siap graak. bgrakkk. (suara kaki). Lapor 70 siswa siap melaksanakan makan pagi. Laksanakan, laksanakan. Mengawali makan pagi, berdoa. Mulai.. allahuma bariklana... selesai. Duduk istirahat grak. Selamat makan...  Makan, tidak usah dinikmati. bantu dorong dengan air. HENTIKAN KEGIATAN. Mengakhiri makan pagi berdoa mulai. Selesai. Duduk istirahat grak.. Terima kasiih. Bentuk 3 shaf, 1 batalyon 30 orang ditambah 1 danton. Siap grak. lencang depan grak. tegap grak. Maju jalan. Ada pos penjagaan. Langkah tegap maju jalan. Jalan biasa grak. di depan masjid berhenti grak. 

Yang mengikuti diklat akan mengerti dan mengingat isi tulisan di sini.

Belajar pasang peples, kerapian baju, rapikan tali sepatu, sepatu disemir pakai air, lari siang hari, antri mandi. Nama pelatih diantaranya : Pelatih Binsar Purba, Joko, Aprianto, Rianto, Sigit, Kamto, Pelatih Pokemon dan banyak yang lainnya. Pemateri Bu Siti Kuwati, pak yayat, bu Rini, Khamaruzzaman (pasti banyak cewek yang ingat nama ini), Pak Hasyim. Ada siswa yang namanya spongbox, esteh, ormas, kuman. NQ juga ada.

Nyebur ke lumpur, merayap di lumpur, ketemu K**** dan  P*****, malam-malam. Api unggun, ngerjain tugas, Dibta, tidur malam, bangun pagi. Apalagi waktu materi kadang senyum-senyum sendiri melihat temen yang jatuh bangun matanyanya berjuang melawan kantuk termasuk penulis. 

Banyak pelajaran yang kami dapat di sini, disiplin, fokus pada goal, kerjasama, persamaan dan perbedaan antara komunikasi dan berbicara, pikiran tetap jalan walau dalam kondisi bagaimanapun, AAR, Syukur, ikhlas, kerja adalah ibadah, etika bekerja,berfikir inovatif, fisik pagi, fisik siang, kerapian, kosra. 

Semoga dikesempatan lain dapat aku tuangkan dengan tangan atau pena sebagian isi materi diklat.

Tak lupa aku sampaikan bahwa warisan berharga orang-orang dahulu yang masih diambil manfaatnya sampai sekarang ini adalah tulisan mereka dan buku mereka. Semoga tangan dan pena ini akan mampu menuangkan tulisan yang bermanfaat bagi yang membacanya dan bagi penulis. 

tunjukkan taringmu hiii
tunjukkan taringmu hii
mana  suaramu haa
mana tawamu hahahaha...

Semangat pagi
pagi pagi pagi

siapa kamu
bulog
adakah bulog dihatimu
ada ada ada
mana dia 
ini dia ini dia ini dia
bulog
boom..

lepas topi 
huu
haa
buuum..

masih semangat
55 55 55

Lidah, jari dan pena menafsirkan maksud hati

Cempaka, Banjarbaru, Kalimantan Selatan 
3 Agustus 2016
2.36 WITA
Endar Prayudi

Senin, 31 Agustus 2015

Selasa, 30 Desember 2014

ARTIKEL KUNANG-KUNANG
MUNGKINKAH MEMELIHARA KUNANG-KUNANG?
 
              Orang yang baru mulai belajar mengenali kunang akan membuat catatan perbedaan antara kunang jantan dan betina dari spesies P. pyralis. Ukuran tubuh betina kadang-kadang lebih besar dari jantan. Jantan mempunyai lentera lebih besar dari betina. Jantan terbang mencari betina yang biasanya menempel di atas daun, ranting atau batang pohon. Betina memiliki lentera yang jauh lebih kecil dari jantan. Lentera betina akan berkedip jika melihat jantan. Selisih antara kedipan lentera jantan dan direspon oleh betina adalah sekitar 2 detik pada spesies ini. Informasi ini dapat digunakan untuk berburu kunang betina dengan menggunakan kedipan cahaya dari pen light untuk meniru pola kedipan cahaya dari jantan. Kemampuan berburu kunang betina dan menangkap betina kunang jenis P. pyralis menjadikannya ideal untuk mempelajarinya dan meneliti perkawinan, koleksi telur, pemeliharaan larva dan penyelidikan terkait lainnya.

1.     Mengumpulkan Kunang di Alam
            Kunang-kunang betina dan jantan dapat dikumpulkan dari alam dengan meniru sinyal kedipan cahaya kunang-kunang (Terry Lynch, 2005). Peralatan yang diperlukan adalah pen light, jaring serangga dan toples. Pen light digunakan untuk meniru sinyal kedipan cahaya kunang-kunang. Jaring serangga digunakan untuk menangkap kunang-kunang dari udara. Toples digunakan untuk menangkap betina dan sebagai tempat pengumpulan kunang-kunang yang telah didapat. Jika tak memiliki pen light dapat menggunakan benda atau alat yang mengeluarkan cahaya mirip kedipan kunang-kunang, diduga korek gas yang  dilengkapi  senter dapat digunakan. Pen light dihidupkan dan dimatikan sesuai sinyal kedipan cahaya kunang. Tiap spesies memiliki kode cahaya khusus.
            Tirukan salah satu kedipan cahaya kunang-kunang jantan sambil melimbang pen light (menggerak-gerakkan) di udara selama 5-6 detik. Lakukan beberapa kali. Sekitar 2 detik kemudian betina yang hinggap di permukaan tanah atau ranting, batang, daun tumbuhan akan memberikan tanggapan dengan mengeluarkan sinyal kedipan cahaya.
            Betina yang sudah ditemukan dapat kita ambil dengan memungutnya langsung dari atas tanah. Jika berada diatas ranting, batang atau daun tumbuhan kita letakkan toples dibawahnya dan diketuk atau digoyangkan tempat ia hinggap. Kunang betina yang merasa terganggu akan akan menjadi katatonik yaitu berpura-pura mati dan menjatuhkan diri dari tempat hinggap. Maka kuanng akan jatuh dan masuk ke dalam toples di bawahnya. Katatonik akan terjadi selama beberapa menit, dan akan akan pulih setelahnya. Kunang jantan ditangkap dengan menjaringnya langsung dari udara karena umumnya kunang jantan terbang mencari betina. Sedangkan betina ahnay menunggu di atas tanah atau permukaan tumbuhan.
2.     Memasukkan kunang-kunang ke dalam tempat pemeliharaan
            Kunang-kunang yang telah diperoleh ditempatkan dalam toples, botol, terarium atau wadah lainnya yang telah diisi dengan tanah, pasir atau tisu lembab. Dalam satu toples dimasukkan satu  betina dan beberapa jantan. Kombinasi ini agar betina dan jantan dapat melakukan perkawinan beberapa kali (Terry Lynch, 2005).
3.     Memberi makan kunang-kunang
            Kunang selama pemeliharaan diberi makan madu. Madu diberikan dengan meneteskannya pada toples. Kunang-kunang akan mendekatinya dan memakannya. Kunang-kunang dewasa akan berumur lebih lama dengan memberinya makan madu dibandingkan hanya memberi makan air saja. Pada betina madu akan meningkatkan hasil produksi telur. Secara alami ketika berada di alam kunang-kunang diperkirakan memakan nektar dari bunga (Terry Lynch, 2005).
                                                
Gambar. Kunang sedang memakan tetesan madu yang dimasukkan dalam toples pemeliharaan. Gambar oleh Terry Lynch, 2005.


4.     Mengawinkan kunang-kunang 
            Mengawinkan (kopulasi) kunang-kunang dilakukan dengan menempatkannya bersama jantan dan betina dalam satu toples pemeliharaan yang telah diisi media tanah/pasir atau media tisu lembab. Biarkan perkawinan terjadi dengan sendirinya. Perkawinan dapat terjadi setiap malam atau kapanpun waktu yang memungkinkan. Perkawinan dapat terjadi beberapa kali. Perkawinan biasanya berlangsung selama 2-4 jam (Terry Lync, 2005).
                     Betina yang telah dibuahi akan menyimpan telur dalam tanah. Betina menggunakan ovipositor untuk memeriksa celah-celah atau retakan di tanah lalu  meletakkan telur dalam tanah. Telur yang baru dikeluarkan bertekstur lembut dan lama-kelamaan mengeras(Terry Lync, 2005). Setelah bertina bertelur, telur dapat kita kumpulkan untuk menetaskannya pada cawan petri atau membiarkan telur pada toples pemeliharaannya samapai menetes sendiri. Telur yang dikumpulkan akan memudahkan kita untuk mengamati keadaan telur setiap hari, namun telur yang sudah dikumpulkan perlu dijaga dan dipelihara akan dapat menetas.
Gambar 2. Toples pemeliharaan yang telah diisi tanah. Betina di permukaan tanah sedang katatonik dan beristirahat setelah berhubungan  dengan jantan sekitar 4 jam dan  setelah dimasukkan ke dalam toples koleksi telur. Gambar oleh Terry Linch, 2005.
                       
Gambar. Koleksi telur dalam cawan petri. 9 cawan petri yang telah dicuci menggunakan air sabun panas. Kedalam tiap cawan dimasukkan betina yang telah dibuahi oleh jantan atau seekor betina bersama beberapa jantan. Satu cawan dimasukkan dua betina. Cawan petri disusun dalam toples besar. Bagian dalam toples dilapisi tisu yang lembab (agak basah) dan di bagian dasar toples diletakkan spon atau busa lembab. Bagian atas toples ditutup dengan kain lembab dan penutup besi. Dalam tiap cawan petri di beri beberapa tetes madu. Namun cara terbaik untuk merangsang betina bertelur adalah meletakkannya dalam terrarium berisi tanah.

Telur dari media tanah dapat dikumpulkan dengan menyendok tanah dalam toples yang telah berisi telur. Selanjutnya dicuci menggunakan air untuk memisahkan telur dan tanah. Sedangkan telur dari media tisu lembab dapat dikumpulkan dengan meletakkannya dalam mangkok berisi air. telur-telur dari tisu dapat dikeluarkan dengan cara dicuci dan disemprot dengan air melewati atas telur menggunakan botol tetes mata. Bersihkan dari sampah dan kotoran seperti kaki kunang, antena atau sobekan tisu. Telur kemudian diambil dengan cara disedot menggunakan tetes mata (pipet) dan kimpulkan pada botol plastik isi 30 ml. Letakka telur didasar botol. Cuci telur dengan mengalirkan dan menuangkan air selama 5-10 menit. Jaga telur agar tidak keluar bersama aliran air. Jika selesai mencuci, tutup botol plastik dengan tisu steril dan balikkan botol dengan permukaan botol  mengarah kebawah. Telur akan tersangkut pada tisu. (semua tisu telah disterilkan dalam air mendidih sebelum digunakan, biarkan tisu dingin di dalam panci).
Telur yang terkumpul selanjutnya diletakkan diatas tisu lembab yang baru dan disimpan dalam petri disk. Telur dipelihara dan dirawat samapi menetas menjadi larva. Larva pun dipelihara dan dirawat samapi besar.

Sumber :
www.byteland.org/firefly/intro_ffm.html   


Sabtu, 20 Desember 2014

Bongkahan seperti Permata

Disebuah negeri, ada seorang pemuda Punya keluarga dan punya saudara. Mulai Usia remaja dia suka berjalan dari satu daerah ke daerah lain, dengan restu keluarganya dia mengambara, mencari usaha, makanan pokok, mencari buah-buahan dan air. Dalam perjalanan menyusuri pinggiran hutan dia pernah bertemu kala, kelabang, ular dan digiggitnya. Dan lukanya sempat menjadi lebam, bengkak dan minggalkan bekas hitam. Dia berjalan, dari satu waktu-kewaktu berikutnya, tiap hari ada saja dia menemukan makanan, buah-buahan namun hanya buah-buah kecil, tak pernah dia menemukan buah-buah yang besar.
3 tahun di daerah itu lalu sang pemuda berpindah ke negeri yang lainnya melanjutkan pencariaannya. Sampai berhenti di negeri yang baru. Hampir sama seperti di negeri sebelummnya sekitar tiga setengah tahun dia mengembara, mencari makanan hanya buah-buah kecil yang ditemuinya.

Kini kini hampir 7 tahun dia dinegeri itu, mulai terlihat, yang lebih dari sekedar buah-buah kecil. Dari retakan-retakan tanah (tanah yang terbelah) dia mulai menemukan bongkahan bongkahan seperti permata. Berkilauan menyilaukan mata. Setelah didekatinya dan diambilnya, batu itu keras, jernih, bening, bahagia menyentuhnya dan indah dipandang menyejukkan mata dan hati. Dia kumpulkan satu persatu bongkahan batu itu, dia masukkan dalam karung bakulnya. BEgitu senang, gembira menemukan bongkahan-bongkahan seperti batu permata ini. Waktu berjalan, terus dia mengumpulkannya. Dari pagi hingga tengah hari dia berjalan menyusuru permukaan tanah terus mengumpulkan. Dan suara perlahan dan pelan terdengar ddidekatnya. Ternyata itu suara perutnya yang mulai meminta untuk diisi. Lapar perlahan muncul menggeliat dari dalam lambungnya. Tuntutan jasmani untuk makan dan mengisi energi.  Agar dapt terus beraktivitas dan melajutkan usahanya.

Dinegeri yang sekarang dia menoleh kekanan, kekiri mencoba mencari makanan, mungkin ada buah di atas pohon atau ada hewan di permukaan tanah yang bisa ia buru. Namun Tak terlihat sesuatu pun yang mau ditangkapnya. HAruskah kutinggalkan negeri ini, dimana bongkahan seperti permata banyak terdpat di dalam timbuann tanahnya pergi untuk mengisi dan menentramkan lambung perut yang bergejolak?